Wednesday, November 20, 2013

KONSEP DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING

KONSEP DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING
 
Pendidikan pada hakikatnya merupakan usaha sadar untuk pengembangan kepribadian yang berlangsung seumur hidup di sekolah. Pendidikan juga merupakan suatu upaya untuk membentuk manusia yang berkualitas. Kualitas manusia yang dimaksud adalah pribadi yang selaras, seimbang dalam aspek-aspek spiritual, moral, intelektual, dan fisik.
Makna dari pernyataan diatas adalah bahwa inti dari tujuan pendidikan adalah terwujudnya kepribadian yang optimal. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut maka dalam sekolah membutuhkan bimbingan dari yang ahli. Oleh sebab itu, bimbingan dan konseling mempunyai peranan yang sangat penting dalam pemenuhan tujuan tersebut. Menurut Tohirin (2007:26), mengenai bimbingan dan konseling adalah :
Bimbingan dan konseling merupakan proses bantuan atau pertolongan yang diberikan oleh pembimbing (konselor) kepada individu (konseli) melalui pertemuan tatap muka atau hubungan timbak balik antara keduanya, agar konseli memiliki kemampuan atau kecakapan melihat dan menemukan masalahnya serta mampu memecahkan masalahnya sendiri.

Sedangkan tujuan dari Bimbingan dan Konseling di sekolah adalah sebagai berikut:
a.        Tujuan Umum
Tujuan umum dari bimbingan dan konseling adalah membantu peserta didik agar dapat mencapai perkembangan secara optimal sesuai dengan bakat, kemampuan, minat dan nilai-nilai, serta terpecahkannya masalah yang dihadapi oleh individu.
b.        Tujuan Khusus
Sedangkan tujuan khusus dari bimbingan dan konseling langsung terkait pada arah perkembangan konseli dan masalah-masalah yang dihadapi.

Bimbingan dan Konseling di sekolah memiliki beberapa fungsi, yaitu:
a.        Pencegahan
Fungsi pencegahan yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya. Fungsi ini dapat diwujudkan oleh guru pembimbing atau konselor dengan merumuskan program bimbingan yang sistematis sehingga hal-hal yang dapat menghambat perkembangan peserta didik seperti kesulitan belajar, kekurangan informasi, serta masalah sosial dapat terhindari.
b.        Pemahaman
Melalui fungsi ini, pelayanan bimbingan dan konseling dilaksanakan dalam rangka memberikan pemahaman tentang diri konseli beserta permasalahannya dan juga lingkungannya oleh konseli itu sendiri dan oleh pihak-pihak yang membantunya (pembimbing).
c.         Pengentasan
Fungsi pengentasan yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya.
d.        Pemeliharaan 
Menurut Prayitno dan Erman Amti,”fungsi pemeliharaan berarti memelihara segala sesuatu yang baik (positif) yang ada pada diri individu, baik hal itu merupakan pembawaan maupun hasil-hasil perkembangan yang telah dicapai selama ini” (dalam Tohirin, 2007:46).
 e.         Penyaluran
Melalui fungsi ini pelayanan bimbingan dan konseling berupaya mengenali masing-masing peserta didik secara perorangan, selanjutnya memberikan bantuan menyalurkan ke arah kegiatan atau program yang dapat menunjang tercapainya perkembangan yang optimal.
f.             Penyesuaian
Fungsi penyesuaian mempunyai dua arah. Pertama, bantuan kepada peserta didik agar dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan sekolah. Kedua, bantuan dalam mengembangkan program pendidikan yang sesuai dengan keadaan masing-masing peserta didik.
g.        Pengembangan
Melalui fungsi ini, pelayanan bimbingan dan konseling diberikan kepada peserta didik untuk membantu mereka dalam mengembangkan keseluruhan potensinya secara lebih terarah.
h.        Perbaikan
Dalam fungsi ini, peserta didik yang memiliki masalah yang mendapat prioritas untuk diberikan bantuan, sehingga diharapkan masalah yang dialami oleh peserta didik tidak terjadi lagi pada masa yang akan datang.
i.              Advokasi
Fungsi advokasi yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian.

Bimbingan dan konseling mempunyai personel-personel dalam menjalankan programnya di sekolah untuk peserta didik. Secara umum dikenal dua tipe petugas bimbingan dan konseling di sekolah yaitu tipe profesional dan non profesional. Salah satu petugas bimbingan dan konseling ini adalah konselor sekolah yang juga merupakan petugas bimbingan dan konseling profesional.

0 comments:

Post a Comment