KONSEP DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING

Pendidikan
pada hakikatnya merupakan usaha sadar untuk pengembangan kepribadian yang
berlangsung seumur hidup di sekolah. Pendidikan juga merupakan suatu upaya
untuk membentuk manusia yang berkualitas. Kualitas manusia yang dimaksud adalah
pribadi yang selaras, seimbang dalam aspek-aspek spiritual, moral, intelektual,
dan fisik.
Makna
dari pernyataan diatas adalah bahwa inti dari tujuan pendidikan adalah
terwujudnya kepribadian yang optimal. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut maka
dalam sekolah membutuhkan bimbingan dari yang ahli. Oleh sebab itu, bimbingan
dan konseling mempunyai peranan yang sangat penting dalam pemenuhan tujuan
tersebut. Menurut Tohirin (2007:26), mengenai bimbingan dan
konseling adalah :
Bimbingan dan konseling merupakan proses bantuan atau
pertolongan yang diberikan oleh pembimbing (konselor) kepada individu (konseli)
melalui pertemuan tatap muka atau hubungan timbak balik antara keduanya, agar
konseli memiliki kemampuan atau kecakapan melihat dan menemukan masalahnya
serta mampu memecahkan masalahnya sendiri.
Sedangkan tujuan dari Bimbingan dan Konseling di sekolah
adalah sebagai berikut:
a.
Tujuan Umum
Tujuan umum dari bimbingan
dan konseling adalah membantu peserta didik agar dapat mencapai perkembangan
secara optimal sesuai dengan bakat, kemampuan, minat dan nilai-nilai, serta
terpecahkannya masalah yang dihadapi oleh individu.
b.
Tujuan Khusus
Sedangkan tujuan
khusus dari bimbingan dan konseling langsung terkait pada arah perkembangan
konseli dan masalah-masalah yang dihadapi.
Bimbingan dan Konseling di sekolah memiliki beberapa fungsi, yaitu:
a.
Pencegahan
Fungsi pencegahan yaitu fungsi untuk membantu peserta
didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang
dapat menghambat perkembangan dirinya. Fungsi ini dapat diwujudkan oleh guru
pembimbing atau konselor dengan merumuskan program bimbingan yang sistematis
sehingga hal-hal yang dapat menghambat perkembangan peserta didik seperti
kesulitan belajar, kekurangan informasi, serta masalah sosial dapat terhindari.
b.
Pemahaman
Melalui fungsi ini, pelayanan bimbingan dan
konseling dilaksanakan dalam rangka memberikan pemahaman tentang diri konseli
beserta permasalahannya dan juga lingkungannya oleh konseli itu sendiri dan
oleh pihak-pihak yang membantunya (pembimbing).
c.
Pengentasan
Fungsi pengentasan yaitu fungsi untuk membantu
peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya.
d.
Pemeliharaan
Menurut Prayitno dan Erman Amti,”fungsi pemeliharaan
berarti memelihara segala sesuatu yang baik (positif) yang ada pada diri
individu, baik hal itu merupakan pembawaan maupun hasil-hasil perkembangan yang
telah dicapai selama ini” (dalam Tohirin, 2007:46).
e.
Penyaluran
Melalui fungsi ini pelayanan bimbingan dan konseling berupaya mengenali masing-masing peserta
didik secara perorangan, selanjutnya memberikan bantuan menyalurkan ke arah
kegiatan atau program yang dapat menunjang tercapainya perkembangan yang optimal.
f.
Penyesuaian
Fungsi penyesuaian mempunyai dua arah. Pertama, bantuan kepada peserta didik agar dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan sekolah. Kedua, bantuan dalam
mengembangkan program pendidikan yang sesuai dengan keadaan masing-masing
peserta didik.
g.
Pengembangan
Melalui fungsi ini, pelayanan bimbingan dan konseling
diberikan kepada peserta didik untuk membantu mereka dalam mengembangkan
keseluruhan potensinya secara lebih terarah.
h.
Perbaikan
Dalam fungsi ini, peserta didik yang memiliki masalah yang mendapat prioritas untuk
diberikan bantuan, sehingga diharapkan masalah yang dialami oleh peserta didik tidak terjadi lagi pada masa yang akan datang.
i.
Advokasi
Fungsi advokasi yaitu fungsi untuk membantu peserta
didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang
mendapat perhatian.
Bimbingan dan konseling mempunyai personel-personel dalam menjalankan programnya di
sekolah untuk peserta didik. Secara umum dikenal dua tipe petugas bimbingan dan
konseling di sekolah yaitu tipe profesional dan non profesional. Salah satu
petugas bimbingan dan konseling ini adalah konselor sekolah yang juga merupakan
petugas bimbingan dan konseling profesional.






0 comments:
Post a Comment